GURU BERKUALITAS CLOBAL

BIMO SASONGKO
Ketua Umum IABIE

Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap 25 November. Peringatan HGN tahun 2021 bertema “Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. HGN sebaiknva dijadikan momentum untuk mengembangkan profesi guru sesuai tantangan zaman.

Bank Dunia merilis laporan berjudul
“How Indonesia’s Subnational Government Spend Their Monev on Education”. Dałam laporan iłu disebutkan, 86 persen anggaran pendidikan di daerah hanva untuk gaji guru, bukan pengembangan kualitas pendidikan.
Sebaiknya 86 persen dipakai untuk gaji dan tuniangan guru, infrastruktur lima persen, biava operasional tiga persen, dan pelatihan guru satu persen. Kabupaten Sragen memiliki alokasi tertinggi, 96 persen. Kota Surabaya paling rendah, yakni 56 persen.

Dari aspek kualitas, berdasarkan data UNESCO dałam Global Education Monitoring (GEM), terdapat 25 persen guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan hampir setengah lebih belum memilki sertifikat profesi.

Usaha meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru merupakan keniscayaan. Peringatan HGN sebaiknya disertai program terobosan untuk mulai mencetak guru berkualitas global melalui program khusus.
Perkemhangan zaman yang serbadisruptif di segala bidang, sebaiknva diantisipasi dengan membentuk guru vang mampu membuat anak didik lebih kreatif.

Postur guru nasional saat ini terlihat dari guru yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Postur iłu berdasarkan data statistik dari laman Kemendikbudristek, total guru untuk tahun ajaran 2019/2020 berjumlah 2.698.103 orang. Jumlah sisvva meneapai 45.534.371 orang.

NUPTK diberikan kepada guru vang statusnva PNS ataupun non-PNS sebagai nomor identitas resmi, untuk keperluan identitikasi dałam herbagai pelaksanaan program dan kegiatan terkait pendidikan, dałam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Saatnva membentuk guru dengan klasifikasi yang mirip seperti pasukan khusus atau pasukan elite.
Klasifikasi di atas bisa dicetak lewat program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), vang dikoordinasikan oleh Kementerian Keuangan. Sekadar catatan, lembaga iłu kini memegang dana abadi triIiunan rupiah.

Publik berharap agar program LPDP vang merupakan investasi pemerintall di bidang SDM bisa lebih efektif dan progresif. Para penerima manfaat program LPDP mestinya tersebar merata untuk seluruh rakyat Indonesia.
Saatnya para guru merasakan langsung program LPDP. Masvarakat melihat, program di atas masih elitis dan cenderung berpihak kepada orang kota besar. Terlebih mereka punya fasilitas dan uang untuk mendapat Letter of Acceptance (LoA) atau conditional letter dari perguruan tingvgi luar negeri.

Tentunya para guru dari desa dan pelosok daerah kesulitan memperoleh LOA karena prosesnnya panjang dan membutuhkan dana juga kemampuan bahasa asing yang lebih. Ini tentu memberatkan mereka yang dari daerah dan keluarga tidak marnpu.

Semua guru yang berprestasi sebaiknva diberi kesempatan ikut tahapan seleksi beasiswa LPDP. Kemudian kaiau mereka lolos seleksi akademis, dibantu proses mendapatkan LoA dan kemahiran berbahasa asing.

Ini tugas pemerintah melalui kerjasama dengan konsultan pendidikan internasional. Saatnva LPDP membuat terobosan mernberikan beasiswa bagi guru berprestasi untuk belaiar di luar negeri.

Beasiswa luar negeri LPDP selama ini fokus untuk program S2 dan S3, hal iłu mesti mengakomodasi para guru untuk mengembangkan kompetensinva. Saatnva LPDP mampu menjadi navigator dan fasilitator yang bisa membuka jalan kemajuan bagi para guru. Navigator yang mampu mengarahkan para guru mentlju negara-negara maju.

Pengiriman guru berprestasi untuk kuliah di perguruan tinggi di luar negeri, perlu bekerja sama dengan konsultan pendidikan internasional yang bisa membimbing untuk menguasai bahasa asing, seperti bahasa Jerman. Prancis, Jepang.

Selain itu, konsultan pendidikan internasional bisa membantu dałam memberikan materi matrikulasi, untuk menyesuaikan materi ajar dan memberikan gambaran tentang budasa dan kondisi sosial dari negara yang akan dituju.

Selain itu, membantu guru mendapatkan akomodasi hingga pendampingan bila perlu. Fungsi sinergi lembaga di atas termasuk memfasilitasi dan membantu pengurusan aplikasi visa, aplikasi studinya, workshop , dan faktor kemahiran bahasanya.

Negara maju, seperti Jerman dan Prancis, selama ini memiliki sejumlah perguruan tinggi terkemuka, yang tanpa membayar uang kuliah alias gratis. Selain membantu penguasaan bahasa asing dan prosedur tes masuk perguruan tinggi di luar negeri, perlu juga staf pendampingan guru jika sudah dinyatakan diterima.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: