NOTULENSI RAPAT DARURAT IABIE Gempa & Tsunami Palu dan Donggala, Sulteng

NOTULENSI
RAPAT DARURAT IABIE
Gempa & Tsunami
Palu dan Donggala, Sulteng

Minggu, 30 Sept 2018
Pk. 13.30 s.d 17.00
Sekretariat Pusat IABIE
Gedung Ir. HM Suseno
Jalan RP. Soeroso No. 6
Menteng – Jakarta Pusat

Peserta Rapat Darurat IABIE :
1. Bimo Sasongko,
Ketum
(Pimpinan Rapat Darurat)

2. Edi Kurniawan
Wasekjen

3. Kuntoro Pinardi
Wasekjen

4. Mirza Pahlevi
Ketua Ketua Bidang Endowment Funds

5. Anton Priambudi
Wakil Ketua Bidang Endowment Funds

6. Irwan Ibrahim
Wakil ketua Bidang Diasporan Internasional

7. Ahmad Lubis
Anggota Dewan Pakar

8. Firman Budi
Anggota IABIE

Berikut notulensi rencana aksi Rapat Darurat IABIE di atas yang langsung dikomandoi oleh Ketua Umum :

1. Bencana khususnya gempa atau tsunami membutuhkan recovery selama 6 bulan s.d 2 tahun, tergantung skala besar kecilnya bencana.

Khusus untuk bencana gempa dan tsunami Donggala dan Palu, Rapat memprediksi bahwa recovery masyarakat dan fasilitas fisik membutuhkan waktu recovery antara 6 bulan sampai 1 tahun dengan asumsi jumlah korban di prediksi mencapai 1000 – 3.000 orang.

IABIE sepakat akan merespon secara jangka pendek, Menengah dan Jangka Panjang dengan seksama, hati hati namun tetap cepat dan secara maraton.

2. Rapat Menyatakan Bahwa IABIE adalah suatu Organisasi Intelektual, non-profit berbasis volunteer dan part time. Rapat sepakat bahwa IABIE tidak mempunyai keahlian dan pengalaman untuk melakukan aksi-aksi tanggap darurat seperti Lembaga-lembaga Relawan, Laznas, atau aksi tanggap lainnya apabila terjadi bencana bencana besar di Indonesia.

3. Untuk itu rapat memutuskan agar IABIE melakukan kerjasama atau CoBranding dengan lembaga lembaga aksi tanggap darurat yang terpercaya yang ada di Indonesia.

4. Rapat memutuskan akan berkoordinasi dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap), yang mana para peserta rapat sepakat menyatakan bahwa ACT adalah Lembaga yang sudah sangat kredibel, mumpuni dan berpengalaman untuk urusan menghadapi secara cepat dan terus menerus berbagai bencana dan kondisi darurat di Tanah Air bahkan di luar negeri.

Hari Selasa besok, 2 Oktober 2018 IABIE dan ACT akan segera melakukan penandatanganan MoU awal dan akan di tentukan kontak person masing- masing.

5. Selanjutnya Rapat juga memutuskan terhitung hari ini Senin, 1 Oktober 2018, IABIE akan melakukan sosialisasi penggalangan dana tunai terhadap 4000 Alumni untuk langsung dapat diberikan kepada pihak ACT agar bisa di serahkan kepada berbagai masyarakat di daerah Bencana Alam termasuk Lombok, Palu dan Donggala.

6. Inisiatif awal ini, akan menjadikan IABIE makin percaya diri untuk ikut andil dalam merespon berbagai kondisi kondisi darurat bencana di berbagai daerah di Tanah Air dan ini memang menjadi salah satu tujuan utama berdirinya IABIE untuk selalu berada di garda terdepan dalam merespon berbagai permasalahan rakyat banyak khususnya dalam kondisi bencana.

7. Terakhir, untuk Jangka Menengah dan Panjang, IABIE juga akan menformulasikan untuk memberikan bantuan-bantuan dalam bentuk non cash seperti bantuan Teknologi, Alat Kebutuhan Masyarakat, SDM, Tenaga Pendidik dan tenaga Kesehatan.

Bimo Sasongko
Ketum
Irwan Prasetyo
Sekjen

%d blogger menyukai ini: