Spirit Ramadhan : Meneguhkan Transformasi Bangsa Meraih Kemajuan

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Habibie (IABIE) mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Ramadhan serta menyampaikan seruan moral bagi segenap komponen bangsa dalam menyongsong bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah.

IABIE mengajak segenap bangsa untuk membersihkan hati dan menjernihkan pikiran terkait dengan kondisi bangsa akhir akhir ini. Menjadikan ibadah Ramadhan sebagai proses transformasi spiritual ihsan untuk membentuk keshalehan pribadil dan bersama. Ramadhan menumbuhkan semangat kebangkitan nasional (nahdlatul wathan), mendorong kebangkitan ekonomi (nahdlatut tujjar), dan membangkitkan pemikiran (tashwirul afkar).

Bulan suci Ramadhan mengajarkan kedisiplinan dalam menjalankan semua aktivitas. Baik yang terkait dengan ibadah mahdah mau pun ibadah muamalah. Selama Ramadhan semua terbiasa berdisiplin dengan tak melanggar hal-hal yang membatalkan puasa.

Bulan Ramadhan semangat berbagi harus ditumbuhkan dan diterapkan sepanjang tahun. Karena, berbagi harus menjadi bagian dari kehidupan kaum muslimin sepanjang hayat, bukan ritual tahunan. Kaum dhuafa selalu ada sepanjang tahun sehingga membutuhkan kepedulian dari para aghniya sepanjang waktu pula.Ramadhan adalah momentum tepat untuk meneguhkan silaturahim dengan intens melalui berbagai aktivitas, seperti buka bersama yang dilakukan oleh semua kalangan, baik oleh individu maupun organisasi. Juga aktivitas lain, seperti tarawih, tadarus, ataupun sahur bersama.

Tidak lupa IABIE juga mengucapkan Selamat Ibadah Ramadhan kepada para diaspora Indonesia yang kini tersebar diseluruh belahan dunia. Tentunya berpuasa di negeri orang lebih berat, terkait dengan kondisi geografis maupun kondisi sosial. Hal itu pernah dialami oleh para anggota IABIE sewaktu kuliah di luar negeri. Seperti contohnya para diaspora di Inggris menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan lebih lama ketimbang di Tanah Air bila bertepatan dengan musim panas. Waktu berbuka puasa pada musim panas hampir mendekati pukul sembilan malam.

Bulan Ramadhan disebut sebagai syahru tarbiyyah atau bulan penuh hikmah dan pelajaran. Dengan ibadah puasa diharapkan mampu membuka ruang kesadaran segenap warga bangsa untuk membantu dan berbagi dengan sesama. Puasa hendaknya menjadi spirit dalam memerangi ketimpangan ekonomi dan sosial serta membangun peradaban yang unggul lewat pendidikan berkualitas.

Ramadhan kali ini juga berbarengan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni. Bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk melakukan persenyawaan antara nilai religius dengan nilai Pancasila yang relevan pada saat ini. Terutama yang terkait dengan sila kelima Pancasila.

Tak bisa dimungkiri kini ada persoalan krusial terkait upaya nyata untuk mewujudkan keadilan sosial. Termasuk keadilan untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pemerintahan perlu memilki konsep dan strategi yang tepat terkait dengan peta jalan menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Louis Kelso dan Mortimer Adler, dalam konsep menuju keadilan ekonomi terdapat tiga prinsip esensial yang bersifat interdependen, yaitu partisipasi, distribusi, dan harmoni. Ketiganya membentuk konstruksi keadilan dalam masyarakat. Jika satu di antaranya hilang, niscaya konstruksi keadilan sosial menjadi runtuh.

Persoalan krusial bangsa Indonesia kini adalah adanya ketimpangan ekonomi yang serius. Ketimpangan diatas sangat mencederai esensi sila kelima Pancasila. Pemerintah bersama para cendekiawan bangsa perlu merumuskan kembali peta jalan menuju keadilan sosial untuk segenap rakyat Indonesia lewat GBHN. Perlu merancang kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Dengan adanya ketetapan haluan negara ini maka semangat pembangunan bangsa lebih modern dan progresif.

GBHN pada prinsipnya adalah sebuah visi pembangunan bangsa. Yang berisi deskripsi lompatan atau langkah-langkah strategis pembangunan kedepan. Langkah tersebut tentunya ada ukuran dan standarnya. Hal itu harus relevan dan selaras dengan situasi global. Seperti misalnya terkait dengan strategi pembangunan dan pertumbuhan bangsa untuk memperbaiki pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup rakyat.

GBHN sektor pendidikan sebaiknya juga mampu menjadi navigator yang bisa membuka jalan bagi anak muda bangsa untuk menatap dunia. Keadilan sosial dalam sektor pendikan harus mampu mencetak SDM unggul hingga kepelosok negeri. Kita perlu mencontoh keadilan pendidikan di negera maju seperti Jerman dan Prancis yang selama ini memilki sejumlah perguruan tinggi terkemuka yang tanpa membayar uang kuliah alias gratis. Kondisi tersebut bahkan bisa dirasakan oleh warga negara asing.

Akhirnya segenap Pengurus IABIE mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Bulan Suci Ramadhan. Semoga makna dan berkah bulan suci ini membuat kita semakin bertaqwa dan menjadi kekuatan besar untuk meraih kemajuan. Aamiin ya Rabbal Alamiin

Atas perhatian dan kerjasama antara IABIE dan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

 

Jakarta,  17 Mei  2018

Hormat Kami,

 

Ketua Umum                                                                                                      Sekretaris Jendral

Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA                                                 Irwan Prasetyo, M.Eng

%d blogger menyukai ini: