Pernyataan Sikap IABIE Terkait Serangan dan Ancaman Terorisme di Indonesia

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban dari aparat kepolisian Mako Brimob Kelapa Dua, umat Kristiani di Surabaya, aparat kepolisian Mapolrestabes Surabaya, dan pihak lainnya yang turut menjadi korban. Sekaligus, mengutuk keras pihak yang melakukan penyerangan, apapun motifnya. Oleh karena itu IABIE mendukung aparatur keamanan untuk mengusut tuntas aktor, provokator, dan aktor intelektual di balik pengeboman.

IABIE menghimbau masyarakat hendaknya tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Masyarakat hendaknya tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan foto dan video korban bom Surabaya. Sebagai organisasi profesi yang anggotanya memiliki kompetensi teknologi, maka untuk mengatasi masalah laten terorisme, IABIE  memberikan rekomendasi yakni pentingnya peningkatan kompetensi teknis untuk SDM kepolisian dan SDM lembaga intelijen.Postur dan kompetensi SDM kedua lembaga itu harus senantiasa ditingkatkan karena tugasnya semakin kompleks sehingga membutuhkan spesialisasi di bidangnya. Apalagi modus operandi terorisme kini telah tumbuh secara sporadis dan sering beraksi tiba-tiba dan sulit diantisipasi.

Aksi terorisme individual maupun kelompok setiap saat mengintai kehidupan bangsa Indonesia. Tempat pertemuan publik dan infrastruktur perhubungan serta pusat perekonomian perlu mendapat perhatian yang lebih serius dari Polri. Sistem pengamanan infrastruktur publik dan pusat perdagangan di Tanah Air memerlukan peralatan dan kompetensi SDM yang bertugas sebagai keamanan. Hal itu untuk mengantisipasi terhadap serangan pihak teroris.

Penanganan teroris dan perlindungan infrastruktur publik membutuhkan pendidikan dan peningkatan keahlian bagi personel keamanan dengan segera. Kompetensi termasuk aspek standarisasi dan tatakelola peralatan deteksi dini terhadap obyek vital dan infrastruktur publik. Perlu menyiapkan SDM Polri yang memiliki kompetensi tinggi dibidang Threat Identification and Risk Assesment (TIRA) dalam menghadapi aksi teroris yang semakin ganas. Dengan kompetensinya mereka bisa mengidentifikasikan ancaman dan menyusun perencanaan sistem keamanan infrastruktur dengan baik.

Sangat dibutuhkan SDM Polri yang mumpuni dibidang engineering security beserta peralatan seperti pendeteksi bahan peledak dan senjata. Juga semakin pentingnya teknologi CCTV dengan menggunakan computer basedsurveillance yang mampu mengolah gambar dan video sedemikian rupa.

Semoga masyarakat Indonesia bersama aparatur negara baik Polri, TNI, BIN, BNPT, dan lembaga terkaitdapat diberikan kekuatan untuk dapat bekerjasama dan bersatu bersama melawan tindakan teror dimanapun di bumi Indonesia.

Atas perhatian dan kerjasama antara IABIE dan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

Jakarta,  14  Mei  2018                                

Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA               

Ketua Umum                        

 

%d blogger menyukai ini: