SDM UNGGUL DAN KEWIRAUSAHAAN PEMUDA

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2017 bertema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”. Peringatan ke-89 sebaiknya menjadi momentum persatuaan untuk merumuskan solusi dan agenda bersama pemuda hadapi tantangan dan masalah pembangunan. Perlu konsolidasi SDM untuk pembangunan infrastruktur dan memperluas kewirausahaan dikalangan pemuda.

Kebijakan Presiden Joko Widodo yang memacu pembangunan infrastruktur memerlukan dukungan banyak SDM ahli dibidang teknis maupun pembiayaan. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa terwujud dengan kualitas yang baik dan bisa berlanjut tanpa kendala yang berarti diwaktu mendatang.

Pada era persaingan global saat ini perlu mencetak SDM ahli yang mampu  mendukung  milestones pembangunan yang didukung expert system sebagai perangkat yang canggih untuk pengendalian. Expert systems dibuat atas kerangka kerja fakta dan jawaban terhadap situasi pembangunan infrastruktur yang sudah dianalisasi secara valid dan terstandarisasi. Expert System itu dalam konteks rencana pembangunan wilayah atau infrastruktur biasanya berupa visualisasi digital rencana pengembangan.

Hingga saat ini kondisi pembangunani infrastruktur di pusat maupun daerah banyak mengandung sederet masalah teknis, sosiologis maupun kualitasnya. Pemerintah sebaiknya mengantisipasi dan cepat mengatasi berbagai kasus proyek infrastruktur yang berkualitas rendah. Sayangnya hingga kini negeri ini juga kekurangan SDM yang memiliki kompetensi dibidang Quantity Surveyor kelas dunia yang tugas profesinya menyangkut perhitungan dan analisa biaya proyek. Selain itu pembangunan berbagai proyek infrastruktur harusnya melibatkan aspek audit teknologi yang bertujuan untuk mengendepankan kepentingan komponen lokal dan melibatkan seluas-luasnya tenaga kerja lokal. Pemerintah hendaknya tidak memberikan cek kosong begitu saja kepada pengusaha asing untuk memilih dan menentukan sendiri spesifikasi teknologi yang akan diterapkan di negeri ini.

Perlu napak tilas dan berusaha menemukan makna terdalam ketika Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) saat 89 tahun yang lalu melahirkan Sumpah Pemuda. Relevansi dan aktualisasi semangat Sumpah Pemuda saat ini menjadi penting, lantaran bangsa Indonesia membutuhkan inisiatif besar untuk menghadapi persaingan global yang semakin sengit. Persaingan ideologi telah berganti menjadi persaingan bisnis dan inovasi antar bangsa. Melihat kondisi global seperti itu,  jika negeri ini dianalogikan sebagai perusahaan besar yang bernama “Indonesian Incorporated” sangat membutuhkan banyak sekaliSDM muda yang menggeluti dunia usaha. Peringatan Sumpah Pemuda harus bisa menyemangati upaya untuk mencetak jutaan wirausaha muda. Para pemimpin pusat dan derah   mesti memiliki cara yang efektif untuk mencetak wirausaha muda. Saatnya pemuda didorong untuk menjadi pelaku UMKM yang kreatif dan ulet.

Tak bisa dimungkiri lagi era ekonomi digital telah mencerahkan dan melancarkan pengembangan model bisnis baru bagi pelaku UMKM. Peradaban gelombang keempat akan menempatkan UMKM merupakan jenis pekerjaan masa depan yang sangat menjanjikan. Hal itu tentu saja disertai dengan tuntutan agar terus menerus melakukan inovasi.

 

Atas perhatian dan kerjasama antara IABIE dengan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

Jakarta,  27 Oktober  2017

 

Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA                                           

Ketua Umum IABIE   

 

                                                        

%d blogger menyukai ini: