Efektivitas pendidikan

Efek Kunjungan Presiden Belum Jelas

Kebayoran Lama – Di Jerman, Banyak mahasiswa asal Indonesia. Peningkatan jumlahnya menjadi alasan terbentuknya Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ).

PAJ sejauh ini berusaha meningkatkan komunikasi Indonesia – Jerman. Khususnya mengenai kepentingan di bidang pendidikan. PAJ mendata seluruh WNI lulusan Jerman. Bukan hanya nama, mereka juga menyuguhkan spesifikasi atau keahlian serta posisi anggota saat ini.

“Data seperti itu dibutuhkan perusahaan Jerman yang ingin beroperasi di Indonesia.” Tutur salah seorang calon ketua PAJ, Komang Wirawan, Ketika di wawancaraikemarin. Dia menilai data tersebut berpotensi jadi solusi masalah dalam pembangunan Indonesi. “Potensi yang ada harus dimanfaatkan agar pembangunan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut dia, banyak masalah yang dihadapi para pelajar jebolan Jerman ketika sudah kemabli ke tanah air. Salah satunya, hal birokrasi. Mereka kerap berhadapan dengan proses yg berbelit. Tak jarang, upaya mereka untuk mempersembahkan karya bagi bangsa mandek. Tidak sedikit pula yang memutuskan kembali ke Jerman.

Sebagai contoh, kata dia, banyak tenaga medis Indonesia jebolan Jerman, tetapi tidak bisa menyalurkan keahlian di Indonesia. Alasan utama mereka tak lain adalah persoalan persoalan dalam birokrasi.

Salah satu upaya PAJ untuk mengatasi masalah itu adalah memberikan informasi dan bimbingan kepada para mahasiswa yang baru kembali ke tanah air. “Misalnya, para lulusan sekolah hukum kami beri penjelasan tentang sistem kerja lawyer di Indonesia. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi, kami akan beri tahu,” papar Komang. Dia menyatakan, kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Jerman seharusnya bermanfaat. Manfaatnya harus jelas bagi kemajuan bersama. (avi.co3/ydh)

%d blogger menyukai ini: