Ketahanan Nasional Qatar

Ketahanan Nasional Qatar Yang Tinggi dan Jitu

Krisis Teluk memasuki minggu kelima dan pengucilan yang dilancarkan empat negara (Arab Saudi, UAE, Bahrain, dan Mesir) terhadap Qatar masih terus berlangsung. Walau Qatar telah diblokade lebih dari sebulan, ia mampu bertahan. Pasokan makanan yang sebelumnya didatangkan lewat jalur darat dari Arab Saudi misalnya,telah diganti dengan pengiriman makanan dari Turki dan Iran.

Maskapai penerbangan Qatar Airways yang sempat merugi karena dilarang terbang ke kota-kota di keempat negara tersebut, cepat beradaptasi dan pulih kembali. Bahkan seminggu setelah pemutusan hubungan diplomatik, Qatar Airways membuka jalur penerbangan baru langsung ke Dublin, Irlandia.  Jalur penerbangan mereka ke lebih dari 150 tempat di dunia tetap berjalan lancar.

Sambutan penduduk Qatar pun tidak kalah kreatif. Dukungan mereka pada pemerintah dan pemimpin membludak. Dalam tiga minggu terakhir, bendera Qatar ukuran raksasa dipasang di gedung-gedung dan rumah-rumah penduduk. Selain itu, gambar pemimpin mereka Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani juga mulai menghiasi banyak tempat. Ada satu gambar yang dilukis seniman lokal Ahmed bin Majed al-Maadheed yang menjadi favorit. Lukisan hitam putih wajah Sheikh Tamim dengan tulisan Tamim Al Majid(Tamim Yang Mulia) dalam kaligrafi Arab dibawahnya telah menjadi simbol ketahanan Qatar. Stiker dan kaos bergambar ini dapat dilihat di banyak tempat.

Apa yang membuat Qatar mampu bertahan menghadapi tekanan negara-negara tetangganya?

Ada empat faktor penting yang dimiliki dan dikembangkan Qatar:sumber daya alam, sumber daya manusia, profil yang mendunia, dan kebijakan luar negeri. Keempat hal ini ketika digabung dapat membentuk kekuatan sendiri atau apa yang disebut Mehran Kamrava di bukunya Qatar Small State, Big Politics suatu kekuatan halus (subtle power).  Kekuatan halus yang dimiliki Qatar beda dengan kekuatan keras (hard power) yang dimiliki oleh Amerika Serikat dengan militernya misalnya. Juga beda dengan kekuatan lunak (soft power) yang dimiliki oleh suatu negara yang membangun pengaruh dengan produk budayanya. Kekuatan halus Qatar menjadi modal utama Qatar mengembangkan ketahanan nasionalnya yang jitu.

Faktor pertama yaitu sumber daya alam. Menurut Gas Exporting Countries Fourm (GECF), Qatar memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga dan pemasok terbesar gas alam cair (LNG) di dunia. Sebagian besar ladang gas alam Qatar terletak di North Field, di lepas pantai timur laut negaranya. Ladang North Field ini berbatasan dengan Iran. Karena hal ini, sudah menjadi kebijakan Qatar untuk menjaga hubungan baik dengan Iran supaya usaha eksploitasi gas alam ini lancar. Qatar juga menjadi tempat bagi puluhan ribu warga Iran (dan warga bangsa-bangsa lainnya) yang bekerja dan menetap di sini. Menurut data yang dikeluarkan oleh Priya DSouza Consultancy awal tahun ini, jumlah warga negara Iran yang berdomisili di Qatar 30,000 orang. Wajar jika Qatar ingin berkawan baik dengan Iran. Hal ini tidak disukai Saudi yang telah lama berebut pengaruh di Timur Tengah dengan Iran. Dan ini terefleksikan di salah satu poin dari ketigabelas tuntutan yang diajukan Saudi baru-baru ini, yaitu menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran.

Keuntungan besar yang didapat Qatar dari sumber daya alamnya ini digunakan Qatar secara bijak untuk memajukan tiga hal lainnya.Melalui Yayasan Qatar Untuk Pendidikan, Sains, dan Pembangunan Masyarakat (Qatar Foundation for Development, Science, and Community Development) Qatar telah membangun sumber daya manusianya secara sistematis dan menyeleruh.Di antara banyak program yang terkenal adalah pembangunan kompleks Kota Pendidikan (Education City). Di sini ada enam universitas Amerika Serikat, satu Perancis, dan satu Inggris yang membuka kampus dan memberikan perkuliahan dan pelatihan kelas dunia di bidang teknik, kedokteran, media, sains, desain, dan hubungan internasional. Para mahasiswayang kuliah, dosen yang mengajar, dan pegawaibekerja di sini berasal dari banyak tempat.

Dengan adanya kampus-kampus ini, kepentingan Amerika Serikat (dan negara-negara lain) di Qatar bukan saja dibina di jalur diplomatik, dagang, dan militer, tapi juga di bidang pendidikan. Selain itu,lewatorganisasi non-pemerintah Reach Out to Asia (ROTA), Qatar juga telah banyak membantu ratusan murid di negara-negara Asia termasuk di Indonesia. Dengan demikian Qatar berhasil membangun pengaruhnya di banyak tempat.

Hal ketiga yang membantu ketahanan Qatar adalah profil internasional negara ini. Qatar lihai membangun beberapa organisasi yang namanya mendunia seperti jaringan media Al Jazeera dan maskapai penerbangan Qatar Airways.  Al Jazeera terkenal dengan pemberitaanya yang kritis terhadap rejim di negara-negara Teluk (kecuali Qatar) sehingga Arab Saudi dan kawan-kawan menuntut Qatar untuk menutup jaringan ini. Qatar Airways baru-baru ini dinobatkan sebagai maskapai terbaik dunia oleh Skytrax untuk empat tahun berturut-turut. Tidak heran perusahaan ini coba dilemahkan dengan menutup jalur udara di atas wilayah keempat negara tersebut.

Yang menarik dari kedua organisasi ini adalah bahwa pegawainya tidak hanya orang Qatar atau bangsa Arab lainnya tapi dari macam-macam negara. Qatar mengerti bahwa membangun suatu institusi yang baik dan mendunia tidak harus semuanya dikerjakan oleh warga mereka. Bagi Qatar yang lebih penting adalah bagaimana membangun perusahaan kelas dunia ketimbang membuat perusahaan yang hanya diisi oleh wargaQatar. Hal lain yang berhasil menaikkan profil Qatar di pentas dunia adalah rencananya menjadi tuan rumah perhelatan Piala Dunia 2022.

Yang keempat adalah kebijakan luar negeri Qatar.  Walau termasuk negara kecil di Teluk (dalam jumlah penduduk dan luas wilayah), Qatar ingin memainkan peranan yang lebih besar di pentas politik regional dan internasional. Dalam hal ini, Qatar tidak hanya membina hubungan internasional dengan banyak negara, tetapi juga melancarkan jurus-jurus lain. Salah satunya adalah bantuan yang diberikan Qatar ke banyak negara. Lewat organisasi pemerintah Qatar Fund for Development misalnya, Qatar gencar memberikan bantuan uang dan teknik ke negara-negara berkembang.

Sebenarnya ada banyak hal lain yang telah dilakukan Qatar dalam membangun kekuatan halusnya dan menyebarkan pengaruhnya di dunia seperti menanam modal di beberapa negara dan memberikan ijin Turki selain Amerika Serikat untuk membangun pangkalan militer di sini. Tapi pada dasarnya keempat hal di atas telah mampu membuat Qatar membangun ketahanan nasionalnya yang tinggi dan jitu.

Anto Mohsin adalah dosen di Northwestern University di Qatar dan anggota Dewan Pakar IABIE.

%d blogger menyukai ini: