Kata Pengamat Soal Hubungan Diplomatik Indonesia-Amerika Pasca Pelantikan Trump

JawaPos.com – Banyak kalangan menebak-nebak hubungan masa depan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di era kepemimpinan baru, Presiden Donald Trump. Salah satunya dalam isu ekonomi dan pemberantasan terorisme.

Di bidang ekonomi, Tiongkok saat ini dianggap sedang mengancam posisi AS baik dari segi populasi dan ekonomi sehingga Tiongkok lebih agresif dalam berinvestasi. Lalu Pemerintah RI juga harus siap membangkitkan daya saing di tanah air.

Soal isu terorisme, masalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) juga menjadi ancaman bagi dunia. Namun Indonesia dinilai bukan ancaman atas isu terorisme bagi AS.

“Saya melihat Indonesia ini tak termasuk di antara yang ditakutkan. Buktinya demo jutaan orang (umat muslim) kumpul di Jakarta saja santai-santai saja. Trump melihat, Indonesia friend juga,” kata Anggota Dewan Penasehat Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), Nur Mahmudi Ismail, Sabtu (21/1).

Nur Mahmudi menambahkan investasi AS yang ada di Indonesia, adalah barang-barang strategis yang masih diperlukan AS sehingga membuat AS semangat menarik kembali investornya untuk berinvestasi di AS lagi.

“Secara makro, saya apresiasi Trump, dia melakukan mindset cukup radikal. Kata Trump, pemerintahan ini bukan dipegang otoritas politik, ini adalah milik Anda, milik rakyat AS. Konsekuensinya adalah membuat masyarakat AS meningkatkan produktivitasnya lagi, itu yang harusnya ditiru oleh Indonesia. Niat dan tekad bangsa AS harus bangkit lagi terhadap etos kerjanya,” jelas lulusan Doktor di Texas A&M University, AS, ini.

Soal isu-isu rasisme, feminisme, dan lainnya, Nur Mahmudi menegaskan hal itu sudah dibantah Trump. Kebijakan kontroversial tidak akan dijalankan demi mendapat dukungan Kongres dan rakyat AS.

“Setelah dinyatakan menang saja, Trump berkata bukan itu maksud saya. Lalu ditegaskan lagi dalam pidato inagurasinya. Kerja 100 hari akan menunggu apa yang dia benar-benar akan lakukan. Tak langsung bisa lompat, kebijakan-kebijakan harus ditetapkan bersama dengan kongres dan partisipasi masyarakatnya sendiri,” katanya. (cr1/JPG)

%d blogger menyukai ini: