PRESS RELEASE HARI PAHLAWAN : Satukan Langkah untuk Negeri, Jadilah Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan 2016 Pengurus IABIE menekankan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan bangsa. Indonesia kini perlu merumuskan nilai dan sosok pahlawan masa kini. Definisi pahlawan masa kini pada hakekatnya adalah SDM bangsa yang telah memperlihatkan karya unggul, kepeloporan, serta kerelaan berkorban dalam membela atau memperjuangkan kepentingan rakyat luas.

IABIE mendorong pemerintah untuk reinventing nilai kepahlawanan yang bisa membawa kejayaan bangsa. Untuk itu dibutuhkan karya-karya yang inovatif yang bisa menerobos persaingan global. Memaknai hari Pahlawan sebaiknya meneguhkan jiwa persatuan, menjaga keharmonisan dalam berbangsa. Para pahlawan pendiri NKRI sering menyatakan betapa penting mahatma persatuan Indonesia yang merupakan energi kolektif untuk pembangunan.

Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2016, bertema “Satukan Langkah untuk Negeri, Jadilah Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari” sebaiknya menjadi momentum untuk satukan langkah mempersiapkan postur SDM nasional yang kreatif dan inovatif menuju Indonesia yang maju.

IABIE menyatakan bahwa tema Satukan Langkah untuk Negeri membutuhkan kepemimpinan otentik disegala aktivitas bangsa. Baik itu kepemimpinan di domain pemerintahan, korporasi, dan sosial. IABIE mengajak seluruh elemen bangsa untuk mencermati hasil kajian yang dilakukan oleh Bill George seorang profesor di Harvard University yang menyatakan bahwa kepemimpinan otentik diakselerasi dan berkembang oleh dialektika dan perjuangan atau kepahlawanan yang berbasis lokalitas.

Kepemimpinan otentik berani menjadi dirinya sendiri. Dalam konteks keindonesiaan, pemimpin yang otentik harus mampu mengaktualisasi nilai-nilai kepahlawan bangsa yang dilandasi jiwa gotong-royong.   Gotong-royong dalam persepsi rakyat merupakan pembantingan tulang bersama, pemerasan otak dan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Dan harusnya keadilan sosial dan ekonomi juga harus dinikmati bersama, bukan dinikmati oleh sekelompok golongan.

Napak tilas dialektika perjuangan para pahlawan bangsa, sangat kentara kepemimpinan otentik pada diri mereka sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Tokoh pergerakan nasional pra-kemerdekaan seperti dokter Soetomo hingga Bung Hatta mengalami kematangan jiwa kepemimpinan mereka setelah menempuh pendidikan di luar negeri.

Banyak pahlawan bangsa yang sejak belia sudah dikirim untuk belajar di Eropa. Dengan belajar disana mereka menemukan konsep dan solusi kebangsaan serta peta jalan menuju kemajuan bangsa. Pengiriman mahasiswa keluar negeri sejak era Budi Utomo menggaungkan kebangkitan nasional hingga sekarang ini masih relevan untuk mencetak kader bangsa yang notabene akan menjadi pahlawan di masa mendatang.

Pada saat ini bangsa Indonesia sangat membutuhkan  pahlawan  yang mampu memajukan teknologi dan membuat terobosan untuk menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan rakyat luas. Negeri ini membutuhkan sebanyak banyaknya pahlawan inovasi untuk menuju kejayaan bangsa. Inovasi teknologi di segala bidang. Baik inovasi teknologi kelas dunia maupun tingkat lokal yang memiliki arti strategis dalam kehidupan berbangsa.

IABIE sangat prihatin terkait dengan  kasus impor cangkul. Hal ini merupakan tamparan terhadap martabat bangsa terkait dengan kapasitas teknologi bangsa. Sebagai negara agraris yang tengah berusaha tinggal landas teknologi dan industri, kasus impor cangkul dan alat pertanian lainnya merupakan tamparan keras. Para Pahlawan bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta dan lain-lain sebenarnya telah mengarahkan bangsa ini kuat dibidang pertanian dan industri. Mereka telah menyiapkan industri baja yang bernama Krakatau Steel di Cilegon Banten untuk mendukung pembangunan.

Mestinya produk PT Krakatau Steel (KS) bisa menjadi andalan bagi industri hilir seperti produk alat dan mesin pertanian.Sayangnya hal itu belum tercapai. Yang terjadi justru industri alat pertanian lokal, baik yang tergolong BUMN seperti PT PT Bima Bisma Indra (BBI) hingga industri tradisional yang biasa disebut pande besi kalah bersaing dengan produk impor dari Tiongkok dan negara tetangga. Tak pelak lagi, Indonesia kini membutuhkan figur pahlawan yang memiliki solusi dan bisa membangkitkan lagi alat pertanian buatan dalam negeri. Yang teknologinya lebih maju dan harganya kompetitif. Pokok masalah impor alat pertanian berakar dari ketersediaan logam dasar. Keberadaan industri logam dasar yakni PT KS dibangun sejak era Presiden Soekarno lalu dikembangkan lebih besar lagi oleh Presiden BJ Habibie dengan menjadikan statusnya sebagai industri strategis.

IABIE menekankan perlu mencetak pahlawan masa kini yang bisa menggenjot nilai tambah bangsa dan memperluas lapangan kerja. Pahlawan yang mampu mengoptimalkan sumber daya kreatif yang berbasis lokalitas. Sehingga di negeri ini terwujud “Locality is the King”.   Lokalitas yang dimaksud  sesuai dengan teori Thomas L Friedman yang bertajuk globalisasi lokal atau glokalitas. Fenomena glokalitas akan mempromosikan produk, konten dan budaya lokal bisa lebih bernilai tambah.

IABIE menyerukan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan regulasi industri konten yang berbasis lokalitas. Aspek lokalitas menyangkut pengembangan SDM kreatif dan partisipasi aktif media lokal dalam mengkreasi, memproduksi dan memasarkan konten. Perlu totalitas mencetak SDM nasional digitalpreneur atau para wirausaha bidang digital yang mampu melahirkan berbagai inovasi yang bisa menjadi leverage daya saing bangsa. Posisi digitalpreneur dalam persaingan global sangat penting. Kini dunia telah menempatkan eksistensi digitalpreneur sebagai pahlawan masa kini.

Indonesia membutuhkan pahlawan yang mampu menjadikan  produk atau konten lokal bisa go international. Semangat Hari Pahlawan harus bisa menjadikan negeri ini gudangnya para kreator dan inovator di segala bidang kehidupan bangsa.

Atas perhatian dan kerjasama antara IABIE dan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

 

 

Jakarta,  9  November  2016

Ketua Umum IABIE                                                  

 

 

Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA

 

press_relase_iabie_ttg_hari_pahlawan_2016_-_revisi_1-1

press_relase_iabie_ttg_hari_pahlawan_2016_-_revisi_1-2

 

 

 

%d blogger menyukai ini: