Produktifitas Nasional Masih Rendah, IABIE Serukan Refleksi Kebangsaan

Momen HUT Kemerdekaan RI ke-71, Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) menyampaikan Refleksi Kebangsaan. Seruan ini disampaikan melalui Rilis resminya saat persiapan Pelantikan Pengurus Pusat IABIE Periode 2016-2019 di Sekretariat Pusat IABIE, Jalan Soeroso No. 6 Jakpus, Rabu (17/08/2016).

Dalam Rilisnya berjudul “Kemerdekaan Dan Produktifitas Bangsa”, IABIE merekomendasikan pentingnya menata dan memperluas portofolio kompetensi ketenagakerjaan di tanah air demi menggenjot produktivitas nasional.

IABIE berpendapat, Indonesia kini membutuhkan banyak pahlawan masa kini, yakni tokoh yang mampu menggenjot produktifitas bangsa.

IABIE sangat prihatin melihat fenomena gap produktifitas antara Korea Selatan, Malaysia dan Indonesia. Produktifitas Korsel ternyata lebih tinggi sekitar 635% dibanding Indonesia. Sementara Malaysia lebih tinggi sekitar 293% dari Indonesia.

Ada korelasi antara kebijakan pembangunan ekonomi dengan kemajuan pembangunan Sumber Daya Manusia. Angka produktifitas di Korsel dan Malaysia ternyata hasil dari pencetakan SDM unggul secar besar-besaran.

IABIE juga prihatin karena peran sektor pengolahan dalam perekonomian Indonesia mengalami penurunan atau dalam terminologi umum dikatakan terjadinya proses deindustrialisasi..

Untuk itu IABIE mendorong pemerintah pusat dan daerah segera memperbaiki dan memodernisasi Balai Latihan kerja (BLK) sehingga bisa menunjang dual system pendidikan kejuruan.

Bimo Sasongko selaku Ketua Umum IABIE Periode 2016-2019 dalam sambutannya pada prosesi Pelantikan Pengurus Pusat IABIE ini meminta kepada 114 orang yang duduk dalam struktur kepengurusannya untuk tetap menjaga spirit dan kinerjanya selama ini demi pengembangan IABIE ke depan.

%d blogger menyukai ini: