Menteri Penghubung Dan Riset Cerdas Investasi

Presiden Joko Widodo membentuk menteri penghubung untuk melancarkan kerja sama dan investasi. Sepuluh orang menteri Kabinet Kerja dan dua kepala badan diberi tugas mengatasi debottlenecking atau hambatan investasi.

Masing-masing menteri tersebut menjadi penghubung wilayah tertentu. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjadi menteri penghubung untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil untuk Jepang. Menteri BUMN Rini M Soemarno untuk Tiongkok.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk Amerika Serikat dan negara lain di Benua Amerika. Susi berbagi tugas dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Menteri Perdagangan Thomas Lembong menggarap negara-negara di kawasan Eropa.

Selama ini, kerja sama dan investasi dari luar negeri kerap mengalami hambatan koordinasi, birokrasi, dan perizinan. Penunjukan menteri penghubung diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Lancarnya investasi dari luar negeri akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, eksistensi menteri penghubung tersebut tidak bisa efektif dan sulit bertindak detail tanpa didukung oleh tim ahli yang tangguh dan kredibel. Untuk menarik investor dari luar negeri, hambatan birokrasi dan perijinan adalah satu hal. Tapi hal penting lainnya adalah perlunya pendekatan nilai dan laporan hasil riset tentang investor potensial.

Manfaatkan Diaspora Indonesia

Pembagian kawasan yang sangat beragam tersebut tentunya membutuhkan staf atau tim yang setiap saat bekerja secara detail. Hal itu tentunya sulit dilakukan oleh menteri karena beban kerja rutin yang semakin menumpuk.

Efektivitas menteri penghubung untuk menarik investor ditentukan oleh kemampuan tim tersebut untuk memahami konsepvalue investment di berbagai negara. Pakar investasi gobal Benjamin Graham yang juga dijuluki sebagai bapak value investingmenyatakan bahwa investasi membutuhkan analisis yang komprehensif terkait dengan rasio investasi, metodologi valuasi serta mencari nilai untuk menjustifikasi spekulasi.

Para menteri penghubung beserta timnya harus mampu mengeksplorasi beragam jenis metode valuasi investasi untuk menangkap peluang bisnis dan investasi. Mereka harus memahami dan akrab dengan para fund manager top dunia yang masing-masing memiliki nilai dan strategi yang berbeda.

Williaam Browne salah satu super investor global dari Tweedy Browne Company menyatakan bahwa investasi itu adalah ilmu sosial untuk menemukan bisnis yang memiliki probabilitas tinggi untuk bertahan di pasar. Untuk itu, Browne membutuhkan banyak analis yang bertugas mencari ideide investasi. Setiap analis memiliki dimensi dan latar belakang yang berbeda serta fokus kajian pada negara yang berbeda.

Tim menteri penghubung harus bisa mempromosikan Indonesia Incorporated dengan cara yang luar biasa. Tim tersebut bisa dianalogikan sebagai skunk works investasi. Sebagai skunk works investasi mereka juga harus mampu melakukan diplomasi ekonomi dan perlu koordinasi antar institusi terkait dan identifikasi perluasan pasar ke wilayah non-tradisional.

Sejarah menunjukkan skunk works bisa membantu menciptakan efektivitas pemerintahan sekaligus merupakan tim super yang ditunjang oleh expert system yang canggih. Tim super itu merupakan staf khusus yang ditugaskan untuk menciptakanefektivitas organisasi dan mengembangkan program terobosan yang bisa menjadi solusi masalah krusial.

Pemerintah Amerika Serikat hingga kini masih mempertahankan eksistensi skunk works sebagai tim nasional yang bertugas membuat berbagai terobosan. Skunk works sebaiknya direkrut dari para diaspora Indonesia yang tersebar diberbagai belahan bumi.

Diaspora Indonesia adalah para pecinta keindonesiaan di Negara mana pun. Diaspora tidak hanya dari WNI, tetapi juga bisa berasal dari orang-orang yang pernah tinggal di Indonesia, baik diplomat atau para mahasiswa atau pekerja yang pernah bekerja di Indonesia. Mereka termasuk para peneliti atau ilmuwan yang tetap ada di negara mereka, tapi punya hubungan baik dengan KBRI setempat.

Diaspora Indonesia jumlahnya cukup banyak. Mereka di antara merupakan lulusan universitas terbaik dunia dan memiliki karya inovasi dan pengalaman kerja di industri global. Saat ini ada ribuan diaspora yang memiliki kompetensi sebagai penarik investasi. Mereka itu memiliki kompetensi hi-tech dan karya inovasi yang bisa dijadikan start-up nations.

Mereka itu antara lain para penerima beasiswa mantan Menristek BJ Habibie yang pada era tahun 80-an dikirim negara untuk kuliah di luar negeri. Selain itu juga ada sejumlah teknolog dan para mantan pengelola BUMN industri strategis yang sarat pengalaman hi-tech yang kini banyak bekerja di luar negeri.

Aplikasi Teknologi Informasi

Akselerasi kinerja menteri penghubung investasi sebenarnya sangat terbantu dengan aplikasi teknologi informasi yang berkembang pesat pada saat ini. Kini sistem informasi eksekutif semakin cerdas dan efektif searah dengan inisiatif global yang bertajuk Let’s build a smarter planet. Istilah cerdas mengandung pengertian penggunaan virtualisasi dan konsolidasi untuk menekan biaya, menaikkan penggunaan aset serta kecepatan untuk memenuhi suatu layanan.

Soal pengertian cerdas ini, ada baiknya Skunk Works investasi belajar dan napak tilas terhadap perjuangan SPARX Group, sebuah perusahaan holding manajemen aset di Jepang. SPARX adalah singkatan dari strategic portfolio analysis research experts(ahli riset analisis portofolio strategis) yang dirintis oleh Shuhei Abe.

Perusahaan ini memiliki metode yang sangat bagus untuk melahirkan ide-ide investasi yang spektakukler dan sangat menguntungkan. SPARX menghasilkan banyak riset tentang investasi yang sangat kredibel dan berpengaruh dalam tataran global. Salah satu laporan riset yang terkenal berjudul “Takeover Opportunities in Japan”. Laporan riset tersebut berhasil menarik investor global ke Jepang termasuk George Soros pemilik Quantum Fund.

Selama ini, Shuhei Abe berhasil mengembangkan investasi yang luar biasa di sektor perkeretaapian dan properti di Jepang. Kunci sukses SPARX adalah mengirimkan banyak laporan riset investasi yang memercikkan ide-ide investasi yang luar biasa pada waktu yang tepat. Shuhei Abe yang menjadi mitra istimewa

Soros itu juga berani ber taruh melawan arus dengan cara shorting berbagai saham dan menarik keuntungan besar apabila terjadi gelembung aset yang menyebabkan ambruknya usaha.

Hemat Dwi Nuryanto, Pengurus Ikatan Alumnus Program Beasiswa BJ Habibie (IABIEr), chairman & chief Innovation di Zamrud Technology

%d blogger menyukai ini: