Talkshow Silaturahmi Antar Alumni IABIE Bersama Masyarakat

Jakarta, journalnusantara.com – IABIE atau Ikatan Alumni Program Habibie menggelar Talkshow dengan tema “Ketahanan Energi Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah untuk meningkatkan kembali ketahanan energi nasional di Indonesia. Dengan cara dukungan industri terhadap program Presiden Jokowi mengenai Pembangunan Pembangkit Listrik 35000 Mega Watt.

Energi merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dihindari ketercukupannya, dan sangat nyata mempengaruhi kelangsungan hidup suatu bangsa di masa sekarang dan masa yang akan datang. Energi yang bersumber dari energi fosil semakin langka.

Oleh karena itu, salah satu langkah yang dapat ditempuh dalam mengatasi krisis energi nasional adalah dengan memperkuat kebijakan ketahanan energi melalui pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Diharapkan bisa menjalin silaturahmi antar alumni IABIE serta dengan masyarakat lainya.

Meski harga BBM kembali naik per 1 Maret 2015, namun dalam jangka panjang kenaikannya diprediksi tidak akan terlalu signifikan. Setidaknya tren harga minyak tersebut akan berlangsung dalam tiga tahun ke depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Presidium Ikatan Alumni Program Beasiswa Habibie, Arif Budhi. Menurut Arif didasari oleh temuan teknologi Amerika Shale Oil dari Amerika Serikat. Dengan teknologi tersebut produksi minyak akan meningkat.

Dalam hukum pasar mana suplai meningkat maka pembentukan harga akan menurun. Arif meyakini harga minyak dunia juga tidak akan kembali menyentuh level USD100 per barel.

“BBM naik ini menurut saya sementara. Malah kecenderungannya akan turun,” Jelas Arif Budhi pada Acara Talkshow IABIE dengan tema Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Sabtu (28/2/2015).

Dengan teknologi Shale Oil ini, lanjut Arif membuat AS memiliki cadangan minyak yang sangat besar. Sehingga, selama AS masih memproduksi minyak shale tersebut, harga minyak dunia cenderung akan terus turun.

“Ada hitung-hitungannya. Bukan saya saja yang bilang. Para ahli juga bilang begitu. Tapi batas maksimalnya itu bukan kapasitas saya menjelaskan,” tambahnya.

”Dengan acara itu nantinya akan bisa memberi masukan kepada bagi Bangsa Indonesia guna mengatasi krisis energi nasional,” ujarnya.
(dy)

%d blogger menyukai ini: