Anak Didik Habibie Gelar Diskusi Industri Pesawat RI Di Menteng

Jakarta -Anak-anak didik BJ Habibie yang tergabung di dalam Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) menggelar diskusi tentang industri dirgantara nasional di Gedung Joang ’45, Menteng, Jakarta Pusat.

Anak-anak didik Habibie ini merupakan tenaga ahli yang disekolahkan oleh bapak teknologi Indonesia tersebut hingga level Strata 3 (S3) ke negara-negara maju. Diskusi kali ini menelusuri sejarah industri dirgantara hingga perkembangan industri pesawat di Indonesia.

“Saat ini mulai bangkit. Talkshow baik untuk membahas industri strategis dan dirgantara sedang bangkit,” kata Presidium IABIE Arif Budhi S di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Pada kesempatan tersebut Arif sempat menceritakan tentang masa keemasan industri dirgantara Indonesia. Saat periode 90-an, Indonesia mampu meluncurkan purwarupa (prototype) pesawat penumpang bermesin turboprop N250m Indonesia di bawah IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) juga mengembangkan pesawat jep penumpang N2130.

Namun saat krisis finansial di penghujung tahun 90-an program tersebut hancur. Apalagi setelah Indonesia mendapat bantuan dari IMF yang salah satu syaratnya adalah menutup industri pesawat Indonesia.

“Akibat krisis 98 dan desakan IMF proyek dihentikan. Ribuan tenaga ahli yang dikirim ke negara maju dan biaya nggak sedikit akhirnya di-PHK. SDM yang berharga dimanfaatkan negara lain. Mereka bekerja di Boeing, Airbus dan industri pesawat terkemuka lain. Ada juga yang jadi dosen di negara lain,” jelasnya.

Hadir sebagai pembicara Budi Sampurno dari Program Manager PT DI untuk N219, Agung Nugroho dari Program Director PT RAI, Agus Aribowo dari Kepala Program Pesawat Terbang LAPAN, Hasbi A. Syamsuddin dari Direktur Industri Dirgantara Kemenperin.

Mantan Presiden BJ Habibie juga terlibat di dalam memberikan kata penutup. Habibie melakukan teleconference secara langsung dari Jerman.

Sumber : Detik

%d blogger menyukai ini: