Presidential Lecture 2013 “Membangun Indonesia Berbasis Iptek”

Saya masih teringat cita-cita masa kecil yang  saya ketik saat pertama kali belajar meggunakan komputer. Komputer adalah sebuah nama barang elektronik canggih dan hebat pada masanya. Berbekal Floppy Diskette 5,5” sebagai master booting-nya yang dimasukan ke Floppy Drive sebelum menekan tombol power ON. Kemudian digantikan dengan Floppy Diskette kecil berukuran 3,5” yang sudah berisi master program WS 6, cikal bakal Microsoft Word yang kini populer bersama Windows sebagai operating system-nya. Kala itu masih teringat dengan lekat apa cita-cita yang saya tuliskan sebagai bahan pengisi tugas mengetik dari sekolah menengah pertama. “Ahli Elektronika dan IPTEK” adalah impian saya kala itu.

Ya, di tahun 1995. Siapa yang tak bangga menjadi Bangsa Indonesia. Sebuah Negara berkembang yang sedang pesat-pesatnya dalam tahap pembangunan. Sedang bangga-bangganya bahwa Negara yang tak pernah didengar dunia ini telah berhasil menciptakan sebuah pesawat baling-baling buatan anak negeri N250 sang Gatot Kaca. Tipe pesawat yang cukup laris sekarang ini. Dimana dengan pesawat baling-baling ini mampu memenuhi kebutuhan negara kita yang berupa negara kepulauan dengan memiliki banyak bandara perintis. Dan seorang anak bangsa telah berhasil meciptakan mimpi besar bangsa ini. Dialah Bacharuddin Jusuf Habibie, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Ah! Bangganya Bangsa ini melahirkan seorang bernama Habibie yang juga pernah menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-3. Generasi yang lahir ditahun 1990an mungkin hanya mengenalnya melalui film biografi “Habibie & Ainun” yang tayang Desember 2012 kemarin, dibintangi oleh Reza Rahadian  yang juga hadir dalan acara ini serta Bunga Citra Lestari yang memerankan menjadi Ibu Ainun. Mereka memerankanya dengan apik, dan memang kisah hidup Pak Habibie yang sangat menginspirasikan dan tentunya sangat berjasa bagi Negara Indonesia.

Dan, diawal September ini saya mewakili Komunitas bRANTAI mendapatkan undangan untuk menghadiri sebuah kuliah terbuka yang diadakan oleh Ikatan Alumni Program Habibie dengan tajuk “Presidential Lecture 2013, Membangun Indonesia Berbasis Iptek”. Penuh semangat tentunya mendapatkan undangan untuk mengikuti acara yang akan menghadirkan Prof. Dr. Ing BJ Habibie sebagai pembicara utamanya. Dan masih ada bonus dengan pidato pembuka dari Wakil Presiden Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec. Acara ini diselenggaran di Convention Hall, SMESCO Building pada 7 September 2013 kemarin.

Undangan tersebut saya dapatkan dari teman yang hanya bertemu dibeberapa kegiatan yang kami ikuti, Mba Ibet dan Mba Puty yang mengundang saya mewakili komunitas yang bergerak untuk kegiatan sosial dan lingkungan hidup. Maka saat acara itu, saya duduk di deretan kursi blok F yang sebagaian besar adalah wajah-wajah yang sering mengisi berbagai komunitas yang ada di Jakarta. Seperti reuni kecil bagi kami, yang sebenarnya juga acara ini merupakan salah satu ajang reuni pagi Program Alumni Habibie. Sebuah program yang menyaring alumni SMA terbaik untuk kemudian dikuliahkan oleh Negara ke berbagai Universitas di luar negeri.

Program ini berlangsung dari 1986-1996 dengan alumni program beasiswa Habibie berjumlah sekitar 4000 alumni. Terlihat sekali pada masa itu bangsa ini sedang mempersiapkan masa depan bangsa melalui jalur pendidikan. Dan terbukti alumni program ini telah menjadi orang-orang besar di negeri ini dan di penjuru dunia. Tapi sayangnya dengan tidak menentunya keadaan Indonesia akhir-akhir ini, banyak dari tenaga ahli yang telah disiapkan oleh negara ini dipetik oleh Negara lain.

Presidential Lecture 2013, dibuka oleh Wakil Presiden dengan membawa tema “Techno-Economi” dimana Budiono yang memang seorang ekonom berharap Bidang Teknologi yang bekembang bisa meningkatkan daya saing bangsa ini dalam menghadapi pasar global. Meskipun harus diakui bangsa Indonesia sebagai bangsa besar dengan jumlah penduduknya terbanyak ke 4 didunia ini masih memiliki peneliti atau tenaga alhi yang sangat minim, Tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Dan saat yang ditunggu tiba, Pak Habibie yang bertubuh kecil itu dengan gaya bicara yang berapi-api dan penuh semangat bagai bara yang membakar ditengah kami. Pidato panjanganya selama sekitar 2 jam dengan orasi tentang “Membangun Indoensia Bersama Iptek”, membangun semangat iptek untuk kemandirian, citra diri dan kemajuan bangsa Indonesia. Meyadarkan kami sejenak, dimana kebanggaan bangsa ini yang telah disiapkan sejak masa kemerdekaan. Dimana mimpi melihat Gatot Kaca terbang menghiasi bumi pertiwi ini. Sepertinya semua itu terkubur oleh ambisi-ambisi Elit politik yang kadung bangga dengan pencitraan tanpa hasil nyata seperti dahulu dimasa bangsa ini sedang membangun dengan program-program Repelita yang terarah dan dengan tujuan memakmurkan segenap rakyat Indonesia.

Ah! Kami masih bangga kok menjadi bangsa Indonesia. Sedikit demi sedikit bangsa ini telah mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi yang penah melanda dan liatlah kami masih bangga mengibarkan merah putih di penjuru tanah air ini.

Acara ini selain dihadiri oleh Pak Habibie dan Wakil Presiden juga dihadiri oleh nama-nama besar yang menduduki pemerintahan, sebut saja Wardiman Djoyonegoro mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan pengagas IABIE; Ketua DPR Marzuki Ali, Menteri Pertanian Suswono,  serta oleh Alumni Program Habibie yang berada di hall utama di ruang VIP.

Sedikit banyak acara ini telah banyak mengembalikan kenangan indah kemajuan bangsa ini yang juga diharapkan tidak hanya berhenti disini untuk terus bersaing bersama pertumbuhan politik ekonomi dunia yang semakin pesat. Jangan sampai bangsa besar ini menjadi bulan-bulanan negara lain yang memang sudah siap menyambut pasar global. Sedini mungkin kita haris menyiapkan diri untuk menyambut itu, siap atau tidak siap pertempuran dingin sudah dimulai di belahan dunia ini dengan membanjirnya produk dari luar.

Dan tentunya acara ini juga semakin mengingatkan saya untuk tidak berhenti mengejar cita-cita masa kecil, untuk menjadi Ahli Elektronika dan IPTEK….

-hans-

%d blogger menyukai ini: